BAB II
PEMBAHASAN
2.1 LANDASAN TEORI
2.1.1 Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer yaitu sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. (Sumber: http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-jaringan-komputer/)
Menurut definisi, yang dimaksud dengan jaringan komputer (computer network) adalah suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer automous. Dalam bahasa yang popular dapat dijelaskan bahwa jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer (dan perangkat lain seperti printer, hub, dan sebagainya) yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa media kabel ataupun tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data akan mengalir dari satu komputer ke komputer yang lainnya atau dari satu komputer ke perangkat yang lain, sehingga masing-masing komputer yang terhubung tersebut bisa saling bertukar data atau berbagi perangkat keras menurut Iwan Sofana (2008:3)
Prinsip dasar dalam sistem jaringan ini adalah proses pengiriman data atau informasi dari pengirim ke penerima melalui suatu media komunikasi tertentu. Tujuan dibangunnya suatu jaringan yaitu untuk membawa data atau informasi dari sisi pengirim menuju penerima secar cepat dan tepat tanpa adanya kesalahan melalui media transmisi atau media komunikasi tertentu.
Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, berikut jaringan komputer berdasarkan beberapa klarifikasi, diantaranya:
a) Berdasarkan area atau skala
b) Berdasarkan media penghantar
c) Berdasarkan fungsi
d) Berdasarkan methode acces control
Mungkin juga ada yang meng-klarifikasikan dengan cara berbeda, perbedaan ini hanyalah masalah sudut pandang saja, kita tidak perlu mempersoalkannya.
A. Berdasarkan Area
Berdasarkan area atau skala jaringan komputer dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1) Local Area Network (LAN)
2) Metropolitan Area Network (MAN)
3) Internet
4) Wide Area Network (WAN)
1. Local Area Network
Yaitu jaringan lokal yang dibuat pada area tertutup, misalkan dalam satu gedung atau dalam satu ruangan. kadang kala jaringan lokal disebut juga jaringan private. Local Area Network (LAN) merupakan rancangan dasar jaringan komputer, secara typical LAN dapat berupa dua buah komputer atau lebih yang dihubungkan satu sama lain melalui perantara sebuah media (kabel jaringan, komunikasi wireless, dan lain-lain) sehingga setiap node komputer dapat saling malakukan akses.

Sumber: http://faunik.files.wordpress.com/2007/08/lan.jpg
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan area network menggunakan metode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN biasanya satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama, satu
Sumber: http://tiksmpn3candi.files.wordpress.com/2008/08/man1.jpg
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network cakupannya lebih luas dari MAN. Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu negara, satu pulau, bahkan satu benua. Methode yang digunakan WAN hampir sama dengan LAN dan WAN.

Sumber: http://viepoenya.files.wordpress.com/2009/04/wan1.jpg
4. Intenet
Intenet merupakan interkoneksi jaringan–jaringan komputer yang ada didunia. Sehingga cakupannya sudah mencapai satu planet, bahkan tidak menutup kemungkinan mencakup antar planet. Koneksi antar jaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan protocol yang khas yaitu internet protocol (IP).
Sumber: http://smp1kajen.files.wordpress.com/2008/05/hery.jpg
Table II.I Jaringan Komputer Berdasarka Area
| Jarak / cakupan (meter) | Contoh | Jenis |
| 10 s/d 100 | Ruangan | LAN |
| 100 s/d 1000 | Gedung | LAN |
| 1000 s/d 10.000 | Kampus | LAN |
| 10.000 s/d 100.000 | | MAN |
| 100.000 s/d 1.000.000 | Negara | WAN |
| 1.000.000 s/d 10.000.000 | Benua | WAN |
| >10.000.000 | Planet | Internet |
Sumber: Sofana, Iwan. 2008. membangun jaringan komputer.
B. Berdasarkan Media Penghantar
Berdasarkan media penghantar, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1) Wire Network
2) Wireless Network
1. Wire Network
adalah jaringan yang menggunakan kabel sebagai media penghantar, jadi data mengalir pada kabel. Kabel yang digunakan pada jaringan komputer biasanya menggunakan bahan dasar tembaga.
2. Wireless Network
Adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan media penghantar gelombang radio atau cahaya infrared. Saat ini sudah semakin banyak outlet atau lokasi tertentu yang menyediakan layanan wireless network. Sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan akses internet tanpa kabel. Frekuensi yang digunakan pada radio untuk jaringan komputer biasannya menggunakan frekuensi tinggi, yaitu 2.4 GHz dan 5.8 GHz. Sedangkan penggunaan infrared umumnya hanya terbatas untuk jenis jaringan yang hanya melibatkan dua buah komputer saja atau disebut dengan point to point. Hal ini menyebabkan infrared tidak sepopuler gelombang radio.
C. Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Client Server
Adalah jaringan komputer yang salah satu (boleh lebih) komputer difungsikan sebagai server atau induk bagi komputer lain. Server melayani komputer-komputer lain yang disebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa akses web, email, file, atau yang lain. Client server banyak dipakai pada internet. Namun LAN ataupun jaringan lainpun bisa mengimplementasikan client server. Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing.
2. Peer to Peer
adalah jaringan komputer dimana setiap komputer bisa menjadi server sekaligus client. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan akses dari/ke komputer lain. Peer to Peer banyak diimplementasikan pada LAN. Walaupun dapat juga diimplementasikan pada MAN, WAN, maupun internet namun hal ini kurang lazim. Salah satu alasannya adalah management dan security. Sulit sekali menjaga security pada jaringan peer to peer manakala jumlah komputer sudah sangat banyak.
2.1.2 TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Topologi jaringan menjelaskan struktur dari suatu jaringan komputer. Satu bagian dari definisi topologi adalah physical topology, dimana merupakan suatu layout aktual dari kabel. atau media. Bagian lainnya adalah logical topology, yang menjelaskan bagaimana host-host mengakses media untuk mengirim data.(Sumber: http://buletin.melsa.net.id/mar/1006/lan7.html)
Menurut Iwan Sofana (2008:7) memberikan batasan bahwa “Topologi adalah salah satu aturan/rules bagaimana menghubungkan komputer (node) satu sama lain secara fisik dan pola hubungan antara komponen-komponen yang berkomunikasi melalui media/peralatan jaringan, seperti: server, workstation, hub/switch, dan pengkabelannya (media transmisi data)”.
Ketika kita memutuskan untuk memilih salah satu topologi maka kita perlu mengikuti beberapa spesifikasi tertentu.
1. Physical Topologi (topologi fisik)
Berkaitan dengan layout atau bentuk jaringan, seperti bagaimana memilih perangkat dan melakukan instalasi perangkat jaringan.
2. Logical Topologi (topologi logika)
Berkaitan dengan bagaimana data mengalir didalam topologi fisik. Jika topologi fisik bagaikan tubuh maka topologi logika dapat diibaratkan seperti darah yang mengalir dalam tubuh.
Topologi fisik komputer dapat juga digunakan untuk mempermudah dan memahami jaringan komputer.
1) Bus
2) Ring
3) Star
4) Tree
5) Mesh
Setelah melakukan perbandingan, ternyata topologi Mesh dan Tree dapat dipandang sebagai gabungan dari topologi yang lain, agar dapat memahami perbedaan masing-masing topologi. Berikut penjelasan tentang topologi jaringan.
Topologi jaringan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Point to Point
2) Multipoint
1. Point to Point
Topologi ini hanya melibatkan dua buah komputer saja. Misalkan dua buah komputer yang berkomunikasi via modem. Komunikasi dua buah komputer via kabel null modem atau laplink atau infrared merupakan contoh lain implementasi topologi ini. Karna media transmisi data hanya digunakan dua buah komputer maka umumnya methode akses dan protocol yang digunakan relative sederhana.
2. Multipoint
Topologi ini melibatkan lebih dari dua komputer, inilah yang lazim disebut dengan topologi jaringan sebagaimana yang banyak dikenal orang. Contoh topologi yang termasuk dalam
1) Bus
2) Ring
3) Star
4) Tree
Bagaimana dengan topologi mesh? Sebagian ahli menyebutkan bahwa topologi mesh sebenarnya termasuk dalam kategori point to point.
1. Topologi Bus
Topologi bus menghubungkan komputer satu dengan lainnya secara berrantai dengan perantara suatu kabel yang umumnya berupa kabel tunggal jenis koaksial ( coaxial ). Semua Node dihubungkan secara seri menggunakan kabel tersebut. Topologi bus umumnya tidak menggunakan suatu peralatan aktif untuk menghubungkan komputer. Oleh karena itu, pada ujung-ujung kabel koaksial harus ditutup dengan tahanan untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan gangguan yang menyebabkan kemacetan jaringan.

Sumber:http://unirowonline.files.wordpress.com/2008/05/bus_topo.gif
Gambar II.I Topologi Bus
Table II.2 Karakteristik Topologi Bus
| Keuntungan | Kerugian |
| · Hemat kabel dan harganya lebih murah, karena harga kabel yang digunakan lebih murah dan pada jaringan ini tidak dibutuhkan hub. · Layout kabel sederhana · Jika salah satu komputer mati maka tidak akan menganggu komputer yang lain. · Mudah dikembangkan. | · Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil · Lalu lintas data yang padat sehingga sering terjadi tabrakan file data yang dikirim. · Apabila salah satu client rusak atau kabel putus maka jaringan tidak berfungsi. |
Sumber: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_360/materi1b.html
2. Topologi Ring
Topologi ring sangat berbeda dengan topologi bus, sesuai dengan namanya, jaringan yang menggunakan topologi ini dapat dikenali dari kabel backAbone yang membentuk cincin. Setiap komputer terhubung dengan kabel backbone. Setelah sampai pada komputer terakhir maka ujung kabel akan kembali dihubungkan dengan komputer pertama.
Pada instalasi topologi ring relative lebih sulit dibandingkam dengan bus, selain itu, menambah atau mengurangi node pun relative labih sukar. Setiap node memerlukan tepat dua node “tetangganya” agar komunikasi data dapat berjalan. Apabila kabel terputus atau ada node yang rusak maka jaringan akan lumpuh.
Gambar II.2 Topologi Ring
Sumber: http://mam4balen.files.wordpress.com/2010/01/ring_topology.gif
Table II.3 Karakteristik Topologi Ring
| Keuntungan | Kerugian |
|
|
Sumber: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_360/materi1d.html
3. Topologi Star
Topologi star merupakan topologi jaringan yang paling sering digunakan. Pada topologi star, kendali terpusat dan semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau komputer yang dipilihnya. Simpul pusat disebut dengan stasiun primer atau server dan bagian lainnya disebut dengan stasiun skunder atau client. Pada Topologi star, koneksi yang terganggu antara suatu node dan hub tidak mempengaruhi jaringan. Jika hub terganggu ( rusak ) maka semua node yang di hubungkan ke hub tersebut tidak dapat saling berkomunikasi. Node adalah Titik suatu koneksi atau sambungan dalam jaringan, sedangkan hub berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dan meneruskan kesemua komputer yang terhubung dengan hub.

Gambar II.3 Topologi Star
Sumber: http://bebznanda.files.wordpress.com/2009/06/topologi-star22.jpg
Table II.4 Karakteristik Topologi Star
| Keuntungan | Kerugian |
| · Fleksibelitas tinggi. · Kontrol terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan jaringan. · Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan, jika terdapat salah satu kabel yang menuju node terputus maka tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Hanya kabel yang putus yang tidak dapat digunakan. · sangat mudah dan tidak menggangu bagian jaringan yang lain · Control terpusat · Kemudahan pengelolaan jaringan |
|
Sumber: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_360/materi1a.html
4. Topologi Tree
Topologi Tree merupakan kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung (backbone) yang mempunyai topologi bus.
Keuntungan menggunakan topologi Tree, yaitu:
a. Kontrol manajemen lebih mudah karena bersifat terpusat dan terbagi dalam tingkatan jenjang.
b. Mudah di kembangkan
c. Didukung oleh hardware dan software dari beberapa perusahaan
Kelemahan menggunakan Topologi Tree yaitu:
a. Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak.
b. Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
c. Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel daripada topologi lain
Sumber: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_360/materi1c.html

Gambar II.5 Topologi Tree
Sumber : http://vendika11.files.wordpress.com/2009/01/tree.jpg
5. Topologi Mesh
Jaringan dengan Topologi masih mempunyai jalur ganda dari setiap perangkat pada jaringan seperti pada gambar di atas. Semakin banyak Jumlah komputer pada jaringan, semakin sulit cara pemasangan kabel-kabel pada jaringan tersebut karena jumlah kabel-kabel yang harus di pasang menjadi berlipat ganda. Oleh karena itu, pada jaringan mesh yang murni, setiap perangkat jaringan dihubungkan satu sama lain menggunakan jalur ganda untuk hub-hub utama sebagai jalur cadangan jika terjadi masalah di jalur utama.
KEUNTUNGAN dari Topologi ini adalah: Mampu menampung banyak pengguna yang aktif sedangkan
KELEMAHAN dari Topologi ini adalah: Membutuhkan banyak kabel, sehingga mudah mengalami gangguan jaringan.
sumber: http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_360/materi1.html

Gambar II.6 Topologi Mesh
Sumber: http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/top_mesh.jpg
1.1.3 PERALATAN NETWORK
Beberapa peralatan dalam membangun jaringan komputer yang sering digunakan adalah:
1) PC (Personal Computer)
2) NIC (Network Interface Card)
3) Repeater
4) Hub
5) Bridge
6) Router
Selain beberapa peralatan tersebut diatas tentunya kita juga memerlukan kabel yang akan digunakan untuk menghubungkan peralatan-peralatan tersebut.
1. PC (Personal Komputer)
PC (Personal Computer) adalah komputer-komputer yang akan digunakan dalam jaringan tersebut. Baik itu yang akan menjadi server ataupun User. Komputer yang terhubung ke server dapat mengakses data dari server. Workstation menjalankan beragam system operasi dan merupakan bagian dari network. Workstation digunakan oleh pemakai langsung.
Sumber: http://news.cnet.com/i/ne/p/2008/Family-PC_550x368.jpg
2. NIC (Network Inteface Card)
NIC (Network Interface Card) adalah sebuah komputer hardware yang mutlak dibutuhkan jika kita menginginkan merakit jaringan komputer menggunakan media penghubung kabel. NIC berfungsi menghubungkan server ke system.
Pengkabelan network berdasarkan type slot pada motherboard dibedakan menjadi dua jenis:
- Tipe slot ISA (slot warna hitam/coklat, lebih panjang)
Tipe slot PCI (slot warna putih, lebih pendek)
Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/82/NIC-FA312.jpg
3. Hub
Hub merupakan peralatan yang dapat menggandakan frame data yang berasal dari salah satu komputer ke semua port yang ada pada hub tersebut. Sehingga semua komputer yang terhubung dengan port hub akan menerima data juga. Hub digunakan pada jaringan star. (Sumber: Sofana, Iwan. 2008. membangun jaringan komputer.

Sumber: http://blankedet.files.wordpress.com/2009/01/hub.jpg
4. Repeater
Repeater merupakan salah satu active hub. Repeater merupakan peralatan yang dapat menerima sinyal, kemudian memperkuat dan mengirim kembali sinyal tersebut ketempat lain. Sehingga sinyal dapat menjangkau area yang lebih jauh. (Sumber: Sofana, Iwan. 2008. membangun jaringan komputer.

sumber: http://comstp.files.wordpress.com/2009/07/repeater.jpg
5. Bridge
Bridge merupakan peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segement dalam sebuah jaringan. Berbeda dengan hub, bridge dapat mempelajari MAC address tujuan, sehingga ketika sebuah komputer mengirim data untuk komputer tertentu, bridge akan mengirim data melalui port yang terhubung dengan komputer tujuan saja.ketika bridge belum mengetehui port mana yang tehubung dengan komputer tujuan, maka dia akan mencoba mengirim pesan broadcast kesemua port (kecuali port pengirim). Setelah port tujuan diketahui maka untuk selanjutnya hanya port itu saja yang akan dikirim data. Bridge juga dapat mem-filter traffic diantara dua segment LAN.
Beberapa karakteristik bridge sebagai berikut:
- Bridge lebih ‘intelegent’ dibandingkan hub karena mampu menganalisis incominf frames dan meneruskannya berdasarkan informasi address.
- Bridge dapat mengumpulkan (collect) dan melalui paket (pass packrt) diantara dua atau lebih segment LAN.
- Bridge dapat membuat multiple collision domains, sehingga beberapa kompuyter dapat mengirimkan data secara simultan tanpa menyebabkan collision.
- Bridge dapat menyimpan dan mengelola MAC address table pada memori-nya.
Secara umum ada 3 kategori bridge, yaitu:
1) Local bridge
Menghubungkan beberapa LAN.
2) Remote bridge
Menghubungkan LAN dengan WAN.
3) Wireless bridge
Menghubungkan LAN dengan remote node.

Gambar II.8 Bridge
Sumber: http://comstp.files.wordpress.com/2009/07/bridge2.jpg
6. Router
Router adalah peralatan jaringan yamg dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain. Sepintas lalu router mirip dengan bridge, namun router lebih cerdas dibandingkan bridge. Router bekerja menggunakan routing table yang disimpan dimemory-nya untuk membuat keputusan tentang kemana dan bagaimana paket dikirimkan. Router dapat memutuskan rute terbaik yang akan ditempuh leh paket data. Router akan memutuskan media fisik jaringan yang “disukai”dan tidak “disukai”. protokol routing dapat mengantisipasi berbagai kondisi yang tidak dimiliki oleh peralatan bridge. (Sumber: Sofana, Iwan. 2008. membangun jaringan komputer.

Gambar II.8 Router
Sumber: http://rraaggiill.files.wordpress.com/2010/03/linksys_router.jpg
2.1.4 INSTALASI JARINGAN
1. Instalasi Kabel
Bagaimana instalasi kabel untuk jaringan 10 BASE-T. peralatan bahan yang kita butuhkan sebagai berikut:
Bahan:
1) Kabel UTP secukupnya

Sumber: http://comstp.files.wordpress.com/2009/07/kabel-utp.jpg
2)
2 buah konktor RJ45
Sumber: http://ryangamaldi.files.wordpress.com/2010/01/rj45.jpg
Alat:
1)
Crimp tool
Sumber: http://www.samuraiitguy.com/wp-content/uploads/2009/07/crimper.jpg
2) Cutter atau tang potong (jika crimp tool tidak menyediakan pemotong kabel)

Sumber: http://madzydkhan.files.wordpress.com/2009/12/695014_tangpotong.jpeg
3) LAN tester

Sumber: http://www.toolstation.com/images/library/stock/webbig/10555.jpg
Kabel yang kita gunakan adalah UTP jenis cat5 (category5) yang mendukung kecepatan hingga 100 Mbps. Untuk kecepatan 10 Mbps dapat digunakan kabel jenis cat3. dilihat dari luar, bentuk kabel cat5 sama dengan kabel cat3. penggunaan kabel twisted pair pada Ethernet mula-mula dipelopori oleh AT&T StarLAN., kemudian diadopsi untuk model jaringan terbuka (non proprietary) yang diberi kode 10 BASE-T. jika isolator luar kabel UTP kita kupas maka akan tampak empat pasang kebel yang saling terpilin (twisted). Masing-masing kabel telah diberi warna tertentu sehingga dapat memudahkan proses pemasangan kabel perhatikan bentuk konektor RJ45. sebagian besar body RJ45 terbuat dari bahan plastic transparan. Kita dapaty melihat 8 buah tembaga berukuran kecil. Urutan atau posisi masing-masing pin dapat dilihat pada gambar berikut.
Cat5 menggunakan 4 pasang kabel, berarti ada dua pasang kabel yang tidak terpakai. Sehingga secara teori, kita memanfaatkan dua pasang kabel yang tidak terpakai untuk jaringan yang lain atau menggunakannya untuk koneksi dua buah jaringan telepon. Meskipun hal ini tidak lazim namun dapat dipraktekan.
Pada jaringan 1000BASE-T digunakan 4 pasang kabel, yang terdiri atas kombinasi pin 1 dan 2,3,dan 6. kemudian pin 4dan 5,7 dan 8, sehingga kita tidak dapat menggabungkan kabel kabel jaringan 1000BASE-Tdengan yang lain.
Table II.5 Teknik T586A dan T586B
| Pin | T586A | T586B |
| 1 | White/green | White/orange |
| 2 | Green | |
| 3 | White/orange | White/green |
| 4 | Blue | Blue |
| 5 | White/blue | White/blue |
| 6 | | Green |
| 7 | White/brown | White/brown |
| 8 | Brown | Brown |
Pada sebuah kabel kita hanya boleh menggunakan salah satu teknik saja, jika mencampur antara T586A dengan T586B maka hasilnya berupa kabel crossover.
Kabel crossover sering digunakan untuk menghubungkan beberapa buah hub. Kabel crossover juga dapat digunakan untuk membangun jaringan peer to peer.
Setelah kita memahami bagaimana menentukan urutan kabel dan kaitannya dengan pin konektor RJ45 maka proses pembuatan kabel dapat dilakukan. Adapun tahapanya sebagai berikut:
1) Gunakan crimp tool atau cutter lalu kupaslah isolator luar kabel UTP sepanjang kira-kira 1 s/d 2 cm. lakukan denngan hati-hati, jangan sampai menyayat kabel dalam atau memutuskan salah satu kabel.
2) Ratakan ujung-ujung kabel dengan tang potong atau crimp too. Aturlah urutan warna kabel dengan pin RJ45 yang sesuai. Perhatikan table 1.4, untuk keperluan parktik akan digunakan teknik pemasangan mengikuti standart T586B
3) Masukan setiap kebel kedalam lubang konektor RJ45 sampai mencapai ujung-ujung konektor.
4) Pastikan semua kabel telah berada pad posisi yan benar, tidak ada yang bersilangan atau tertinggal. Masukan konoktor RJ45 pada tempat yang disediakan crimp too;. Selanjutnya gunakan crimp tool untuk mengunci konektor RJ45
5) Lakukan prosedur yang sama untuk ujung kabel dan konektor yang satu lagi. Kabel yang sudah jadi dapat dilihat seperti gambar berikut: jika kita menggunakan banyak komputer, buatlah kabel jaringan sebanyak jumlah komputer yang ada.
6) Lakukan pengujian dengan LAN tester. Tahap opsional, jika tidak memiliki LAN tester kita dapat langsung mencoba menguji kabel dengan hub atau ethernet card yang ada pada komputer.
Setelah semua kabel siap, selanjutnya melakukan instalasi jaringan, untuk keperluan ini, kita akan menggunakan sebuah switch, beberapa buah komputer dan Ethernet carddan kabel sebanyak jumlah komputer.
Umumnya orang akan menggunakan Ethernet card jenis PCI yang harus dipasang pada bagian dalam komputer. Artinya kita perlu membuka casing komputer barulah instalasi dapat dilakukan.
Sumber: Sofana,Iwan.2008.membangun jaringan komputer.Bandung: informatika halaman 36-43
2. Instalasi Jaringan
Tahapan instalasi jaringan sebagai berikut:
1) Lihat bagian belakang komputer, gunakan obeng yang sesuai lalu buka casing komputer.
2) Jika perlu rebahlah komputer lalu carilah slot PCI yang kosong. Kita dapat mengetahui slot PCI berwarna putih.
3) Pada jaringan Ethernet card modern biasanya tidak perlu mengubah posisi jumper, setting jumper diperlukan untuk mengatur IRQ, IO, dan kadang kala juga DMA. Jika Ethernet card yang digunakan mengharuskan kita untuk mengubah posisi jumper maka lakkanlah segera. Anda ahrus tahu IRQ, IO dan DMA berapa yang masih bebas atau belum terpakai perangakat lain. Gunakan saja control panel masukan Ethernet card pada salah satu slot PCI yang kosong. Alamat IRQ/IO/DMA dapat kita ketahui menggunakan fasilitas yang disediakan control panel pada windows XP, klik Control Panel>>Performance and Maintenance>>System>>hardware>>Device Manager>>View>>Resource by Connection.
4) Pasang skrup untuk ethenet card agar kedudukannya kokoh.
5) Tancapkan kabel pada port UTP yang ada pada Ethernet card.
6) Nyalakan switch, pasang kabel catu daya dan amati lampu indicator menyala. Kemudian pasangkan ujung kabel UTP satunya lagi kesalah satu port yang tersedia pada switch.
7) Nyalakan komputer dan amati lampu indicator Link pada switch dan Ethernet card seharusnya menyala berwarna hijau yang menandakan instalasi kabel dan Ethernet card berhasil. Lakukan instalasi pada komputer yang lain.
Sumber: Sofana,Iwan.2008.membangun jaringan komputer.Bandung: informatika halaman 43-47
2.1.5 SERVER
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.(sumber: http://www.lubersky.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=53:pengertian-server&catid=37:berita).
Server adalah suatu unit komputer yang berfungsi untuk menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer, komputer server akan melayani seluruh client atau workstation yang terhubung ke jaringannya.
Komputer menjalankan system operasi jaringan yang berfungsi sebagai server, server menyediakan file, program dan pelayanan lain untuk client.
a) Server Dedicated
Server yang tidak memiliki fungsi lain, ia hanya bisa digunakan sebagai workstation, untuk melihat jenis dari server tersebut dapat diketahui melalui sistemoperasi yang dijalankannya. Misalnya Novell Netware.
b) Server Non-Dedicated
Server yang juga bisa berfungsi sebagai workstation. Contohnya: Microsoft Windows NT Server, Microsoft Windows NT Workstation, Microsoft Windows 95/98, Uix, Linux, Mac OS/2.
Dari fungsinya, server yang dapat digunakan untuk menyimpan file-file yang digunakan bersama-sama pada hard disk-nya. Mengatur komunikasi (seperti pesan e-mail)anatr workstation, mengkoordinasikanpencetakan kepada printer yang dipakai bersama-sama. server juga menyimpan CD-ROM yang dapat dipakai oleh para pemakai network, bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang digunakan untuk hard disk server atau hard disk pada workstation, dengan perangkat lunak dank eras tambahan, server bisa mengarahkan e-mail dari dan ke internet, server juga bisa mengirimkan fax ke luar jaringan ke mesin-mesin fax yang ada diluar. Pada kenyataannya server hampir dapat melakukan semua pekerjaanyang mencakup pengiriman data.
2.1.6 DHCP SERVER
Mengingat alamat IP yang sudah digunakan oleh setiap komputer tentulah bukan suatu yang mudah dan santai. Apalagi terdapat lebih dari 100 komputer. Setiap instalasi komputer baru anda harus mencari IP yang belum terpakai atau IP akan bentrok.
Belum lagi komputer yang rusak dan diganti sehingga anda harus mengingat kembali alamat IP yang lama, maka muncullah ide untuk mengotomatisasi pengalamatan IP dengan DHCP.
Komputer yang telah dikonfigurasikan agar menggunakan DHCP. Sewaktu dihidupkan akan mencari apakah di network terdapat DHCP server dan komputer tersebut akan berteriak “hei, saya mau menyewa IP, apakah ada yang menawarkannya?..”, DHCP server yang mendengar adanya pihak yang mencari akan berkata ok…, saya ada nih untuk disewakan, nomornya adalah sebagai berikut: blab la bla…, apakah anda tertarik? Komputer yang mendapat penawaran dari DHCP server ini akan memilih dari sekian penawaran IP secara acak, jika dalam network terdapat beberapa DHCP server. Ketika pilihan sudah diputuskan, komputer akan mengatakan ke salah satu DHCP server “ok”. Saya akan meminjamnya dari anda DHCP server , DHCP server akan menjawab lagi untuk terakhir kalinya “ok”.
Proses penyewaan alamat IP secara teknis:
1. Client mengirimkan broadcast DHCPDOSCOVER untuk mencari DHCP server.
2. DHCP server yang tersedia mengirimkan DHCPOFFER serta IP dan waktu penyewaan.
3. Client yang menerima penawaran IP dari DHCP server mengirimkan DHCPREQUEST.
4. Proses terakhir, DHCP server mengirimkan DHCPPACK.
Sumber: S’to, MCSE, CCNA. 2003. Menguasai Windows Server 2003.
2.1.7 DNS (Domain Name Server)
Jika saya katakan, situs pencari yang bagus adalah 66.218.71.88 dan 216.239.33.99 atau saya katakan situs yang bagus adalah yahoo.com dan google.com, maka menurut anda manakah yang lebih mudah untuk diingat? Belum lagi perubahan IP yang terjadi karena pemindahan ISP atau karena serangan hacker maka anda harus mengafal banyak sekali angka-angka yang saya yakin tidak ada yang senang dengan keadaan seperti ini. Untuk itulah DNS diperkenalkan, untuk mengubah alamat IP menjadi nama seperti www.jasakom.com atau www.google.com dan sebagainya. Tujuan dari DNS adalah untuk memudahkan manusia dalam mengingat, sedangkan bagi komputer format angka yang digunakan. (Sumber: S’to, MCSE, CCNA. 2003. Menguasai Windows Server 2003.
2.1.8 TCP/IP (Transmissiomn Control Protocol/Internet Protocol)
Disingkat dengan TCP/IP, protocol yang terdiri dari sub-protocol, yang berfungsi pada lapisan yang berbeda. Merupakan standart protocol internet. Protocol ini memberikan nomor unik pada setiap komputer yang terkoneksi. Satu set protocol standart yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer yang mengalamati lalu lintas dalam perangkat keras maupun system operasi yang digunakan. Jaringan, protocol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standart komunikasi lainnya. TCP/IP harus dapat bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh perbedaan.
Kita tentunya sudah biasa melihat sebuah alamat IP seperti 10.10.41.2 atau 130.23.58.41 dan lain-lain. Format alamat IP adalah X.Y.W.Z.
Masing-masing menurut huruf (X,Y,W dan Z) terdiri atas 8 bit sehingga nilai yang mungkin dari masing-masing adalah 0-255. kita tidak akan menjumpai alamat IP dengan angka diluar 0-255, karena masing-masing huruf mewakili 8 bit, jadi masing-masing akan diantaranya nilai binary 00000000-11111111 yang secara decimal 0-255. contoh dari alamat IP ini adalah 131.107.16.200 dimana jika ditulis dalam bentuk binary 10000011.01101011.00020000.11001000.
A. Class IP
Kelas IP ada lima yaitu kelas A,B,C,D dan E. dari kelima kelas ini yang dipakai hanyalah tiga yaitu A,B dan C sedangkan kelas D dan E tidak digunakan.
Tabel II.6 Class IP
| Class | Range | Binary |
| A | 1-126 | 01xxxxxx |
| B | 128-191 | 10xxxxxx |
| C | 192-223 | 110xxxxx |
| D | 224-239 | 1110xxxx |
| E | 240-254 | 11110xxx |
Sumber: S’to, MCSE, CCNA. 2003. Menguasai Windows Server 2003.
Sebagai contoh apabila kita melihat sebuah alamat IP 130.23.58.1 maka artinya IP tersebut termasuk dalam kelas B karena angka pertama merupakan 130 yang termasuk dalam range kelas B,yaitu 128-191, sedangkan IP 111.12.33.73 termasuk kelas A karena angka 111 termasuk dalam range 1-126.
B. Network dan Host
Nomor IP yang anda lihat sebenarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu network ID dan Host ID. Network ID membedakan antar network sedangkan host ID membedakan antar Host atau komputer.
Supaya komputer dijaringan bisa saling berhubungan maka kompuyter tersebut haruslah mempunyai network ID yang sama tapu dengan host ID yan berbeda. Jika network ID berbeda antara dua komputer maka otomatis dikatakan komputer tersebut mempunyai njaringan yang berbeda dan tidak bisa saling berkomunikasi.
Table II.7 Jumlah Host dan Jaringan
| Class | Range | Network ID | Host ID | Number of networks | Number of hosts per network |
| A | 1-126 | w | x.y.z | 126 | 16,777,214 |
| B | 128-191 | w.x | y.z | 16,384 | 65,534 |
| C | 192-223 | w.x.y | z | 2,097,152 | 254 |
| D | 224-239 | Reserved for multicast addressing | N/A | N/A | N/A |
| E | 240-254 | Reserved for experomental use | N/A | N/A | N/A |
Sumber: S’to, MCSE, CCNA. 2003. Menguasai Windows Server 2003.
2.2 ANALISA JARINGAN
2.2.1 Tinjauan Umum Perusahan
PT.Total Chemindo Loka adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan dibidang jasa pembuatan/memproduksi barang, baik local maupun eksport. Dalam hal ini perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. PT. Total Chemindo Loka beralamat di daerah Pulo Gadung, tepatnya di Jl. Pulo Ayang II Blok s/27 kawasan industri pulo gadung
PT.Total Chemindo Loka (TCL) diresmikan pada tanggal 9 september 1986. PT. Total Chemindo Loka memproduksi detergent (sabun cuci) yang dimulai dari proses pembuatan sampai menjadi barang jadi yang dikemas dan siap dipasarkan. Produk tersebut dipasaarkan untuk local maupun non local (eksport), untuk pemasarann local pengiriman barang sudah hampir mencakup semua daerah yang ada di Indonesia, sedangkan untuk eksport pemasaran sudah keberbagai Negara seperti diantaranya afrika dan uni emirat arab. PT. Total Chemindo Loka adalah salah satu anak perusahaan FMCG Salim Group.
Sumber : Staff Personalia PT. Total Chemindo Loka
2.2.2 Skema Jaringan
Menjelaskan tentang jaringan antar server ke masing-masing komputer user yang saling berhubungan satu sama lain.
Jaringan komputer yang terdiri dari kurang lebih 43 komputer, yang terdiri dari ruang server, ruang IT, ruang marketing, ruang PPIC, ruang FM, ruang DFM, ruang laboratorium, ruang logistic, ruang personalia, ruang CMH, ruang sekretaris, ruang, personalia, ruang FAD, ruang produksi, ruang maintenance, ruang maintence, serta ruang umum. Berikut adalah gambaran rangkaian jaringan yang terbangun pada kantor PT. Total Chemindo Loka Jakarta.

Sumber : Staff IT PT Total Chemindo Loka

Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
penjelasan gambar rangkaian jaringan PT.Total Chemindo Loka Jakarta sebagai berikut:
Jenis hub yang digunakan untuk rangkaian jaringan PT. Total Chemindo Loka bermacam-macam yaitu Hub Linksys 8 port, 16 port dan 24 port.
Table II.8 Jenis Hub PT. TCL
| Hub | Type Hub |
| 1 | Linksys16 port |
| 2 | Linksys 8 port |
| 3 | Linksys 24 port |
| 4 | Linksys 16 port |
| 5 | Linksys 16 port |
| 6 | Linksys 8 port |
| 7 | Linksys 16 port |
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
A. Gambar rangkaian jaringan PT. TCL lantai 2
- Hub 1 terhubung dengan server network (INET), hub 2, hub 3, hub 6 (hub pada lantai1) serta beberapa user (user di R. FAD, R. IT dan Ruang Tri Cahyo)
- Hub 2 terhubung dengan server Application (APPS), hub 1 serta hub 4
- Hub 3 terhubung dengan hub 1, hub 7 (hub pada lantai 1) serta beberapa user (user di R. Marketing, R. Purchassing, R. Fm, R. DFM, R. Laboratorium, R. GM, R. Sekretaris dan R. CMH)
- Hub 4 terhubung dengan hub 2, hub 5 serta beberapa user di R. Staff FAD.
- Hub 5 terhubung dengan hub 4 serta beberapa user (user di R. Staff FAD dan R. Personalia.
- Untuk internet, server INET terhubung pada tower PT. TCL Jakarta yang koneksi dengan tower ISP (Intenet Server Provider) Velo.Net
- Untuk pemakaian printer, printer terhubung pada komputer user, yang membutuhkan pengunaan printer komputer user harus terhubung dengan komputer user yang terhubung dengan printer.
B. Gambar rangkaian jaringan PT. TCL Jakarta
- Hub 6 terhubung dengan hub 1(pada lantai 2) serta beberapa user di R. Logistic
- Hub 7 terhubung dengan hub 3 (hub pada lantai 2) serta beberapa user (user di R. Maintenance, R. TD serta R. Produksi.
- Untuk pemakaian printer, printer terhubung pada komputer user, yang membutuhkan pengunaan printer komputer, user harus terhubung dengan komputer user yang terhubung dengan printer.
2.2.3 Spesifikasi Perangkat Keras
spesifikasi perangkat keras sangat mempengaruhi laju data dalam jaringan. Berikut ini adalah spesifikasi komputer server dan user yang ada dalam jaringan. Dari beberapa pengamatan pada saat riset, penulis hanya mengambil spesifikasi komputer beberapa user sebagai acuan.
A. Komputer Server
Server merupakan pusat segala data yang ada dalam jaringan yang biasanya dijadikan file server, sebuah file server merupakan jantungnya kebenyakan jaringan, merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, hard disk yang memiliki kapasitas besar,.
Pada PT. Total Chemndo Loka menggunakan dua komputer server yaitu server application (APPS) dan server network (INET) yang mempunyai tugas masing-masing dan saling berhubungan satu sama lain.
Dimana komputer server application termasuk didalamnya beberapa aplikasi/program dan data yang dibutuhkan user untuk jaringan, data user, dan backup controller, Sedangkan komputer server network (INET) didalamnya sebagai domain controller, rules security, DHCP server, dan internet sharing,

Gambar II.6 Rangkaian Server PT. TCL
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
Berikut spesifikasi komputer server PT. Total Chemindo Loka.
Table II.9 Spesifikasi Perangkat Keras Server
| Merk | Fujitsu |
| Type | |
| Processor | Intel Xeon ™ CPU 3.0 GHz (2CPU) |
| Memory | 1022 MB |
| Hard Disk | 00 -72GB SCSI 00 -72GB SCSI 02 -500GB SATA |
| Monitor | Samsung 15” |
| Mouse | Logitech |
| Keyboard | Logitech |
| Power Suply | Yoritsu Regulator N-5000 total output 5KVA |
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
B. Komputer User
Kecepatan sebuah laju dalam jaringan sangat dipengaruhi oleh spesifikasi komputer yang terangkai dalam jaringan. Spesifikasi perangkat keras komputer user pada jaringan sangat beragam. Untuk mengetahui secara detail masing-masing komputer client, penulis mengambil salah satu komputer diruang laboratorium yang spesifikasinya cukup mewakili komputer-komputer client dan untuk alamat IP addres dibuat”obtain/otomatis”.
Table II.10 Spesifikasi Perangkat Keras User
| Motherboard | ECS GF7050VT-MS |
| Processor | Dual Core 2.2 GHz |
| Memory | V-Gen 512 MB |
| Hard Disk | Seagate 80 GB |
| LAN Card | On board |
| VGA | On board |
| Sound Card | On board |
| Monitor | Samsung 15” |
| Keyboard | Logitech PS/2 |
| Mouse | Logitech PS/2 |
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
C. Printer
Jenis printer yang digunakan pada jaringan PT. Total Chemindo Loka adalah printer Epson LQ-2170.

Sumber: http://www.recycledcomputerspares.co.uk/catalog/images/epsonlq2170.jpg
2.2.4 Spesifikasi Perangkat Lunak
Spesifikasi perangkat lunak yang digunakan pada system jaringan PT. Total Chemindo Loka Jakarta adalah sebagai berikut :
A. Komputer Server
Table II.11 Spesifikasi Perangkat Lunak Server
| Operating System | Windows Server 2003 R2 (5.2, Built 3790) |
| Data Base System | SQL Server 2005 |
| Antivirus | Kaspersky |
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
B. Komputer User
Table II.9 Spesifikasi Perangkat Lunak User
| Operating System | Windows XP Profesional SP2 |
| Antivirus | Smadav, Avira dan Avast |
| Application | Open Office, Firefox, Adobe Reader dll. |
Sumber : Staff IT PT. Total Chemindo Loka
2.2.5 Permasalahan Pokok
Permasalahan yang sering terjadi pada system jaringan yang ada pada PT. Total Chemindo Loka adalah sebagai berikut:
1. Putusnya koneksi antara server dengan client.
2. Terjadi problem pada saat proses pencetakan ke printer, pengiriman email, koneksi internet yang mengakibatkan data tidak dapat diproses langsung.
3. Terjadinya error pada client baik pada saat start awal maupun pada saat digunakan.
2.2.6 Pemecahan Masalah
Solusi dari setiap permasalahan yang terjadi pada jaringan terutama pada koneksi antar server dengan client yaitu:
v Terputusnya koneksi antara server dengan client
1. Dengan cara memeriksa koneksi antara client dengan server, apakah terhubung/terkoneksi atau tidak. Apabila tidak terhubung/terkoneksi lakukan langkah 2,3 dan 4.
2. Periksa hubungan/koneksi antara kabel dengan switch maupun kabel dengan komputer.
3. Periksa kabel dan konektor RJ 45 apakah dalam keadaan baik, apabila merasa harus diganti lakukan pergantian.
4. Periksa keadaan server, apakahb server berfungsi dengan baik (normal) atau tidak.
v Terjadi problem pada saat proses pencetakan ke printer, pengiriman email, koneksi internet yang mengakibatkan data tidak dapat diproses langsung.
1. Dengan cara memeriksa koneksi antara client dengan server, apakah terhubung/terkoneksi atau tidak. Apabila tidak terhubung/terkoneksi lakukan langkah berikut:
a. Periksa hubungan/koneksi antara kabel dengan switch maupun kabel dengan komputer.
b. Periksa kabel dan konektor RJ 45 apakah dalam keadaan baik, apabila merasa harus diganti lakukan pergantian.
c. Periksa keadaan server, apakahb server berfungsi dengan baik (normal) atau tidak.
2. Periksa kabel/hubungan antara printer dengan komputer.
3. Untuk pengiriman email pastikan alamat email yang dituju sudah benar.
v Terjadi error pada client saat start awal maupun saat digunakan.
1. Pastikan login untuk masuk sebagai user sudah benar
2. Dengan cara memeriksa koneksi antara client dengan server, apakah terhubung/terkoneksi atau tidak. Apabila tidak terhubung/terkoneksi lakukan langkah berikut:
1. Periksa hubungan/koneksi antara kabel dengan switch maupun kabel dengan komputer.
2. Periksa kabel dan konektor RJ 45 apakah dalam keadaan baik, apabila merasa harus diganti lakukan pergantian.
3. Periksa keadaan server, apakahb server berfungsi dengan baik (normal) atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar