Jaringan Komputer
Pengertian Jaringan Komputer
Pengertian komputer berasal arti bahasa Inggris, yaitu “To Compute” yang artinya menghitung atau hitung, sehingga dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai alat untuk menghitung. Namun dari pengertian mengenai komputer yang sebenarnya adalah seperangkat alat konstruksi elektronika yang mampu bekerja secara terkoordinasi dan terintegrasi mampu menerima data dan mengeluarkan pengolahan data berupa informasi seperti yang kita inginkan.
Menurut definisi, yang dimaksud dengan jaringan komputer (computer network) adalah suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer automous. Dalam bahasa yang populer dapat dijelaskan bahwa jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer (dan perangkat lain seperti printer, hub/switch dan sebagainya) yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara ini bisa berupa media kabel ataupun media tanpa kabel (nirkabel). Informasi berupa data akan mengalir dari satu komputer ke komputer yang lain atau dari satu komputer keperangkat lain, sehingga komputer yang terhubung tersebut bisa saling bertukar data atau berbagi perangkat keras.
Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli kemudian membagi jaringan komputer berdasarkan beberapa klasifikasi, diantaranya:
• Berdasarka area atau skala
• Berdasarkan media penghantar
• Berdasarkan fungsi
• Berdasarkan methode access control
Mungkin juga ada yang mengklasifikasikan dengan cara berbeda, perbedaan ini hanyalah masalah sudut pandang saja. Kita tidak perlu mempersoalkannya.
A.Berdasarkan Area
Berdasarkan area atau skala jaringan komputer dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
• Local Area Network (LAN)
• Metropolitan Area Network (MAN)
• Internet
• Wide Area Network (WAN)
1. Local Area Network (LAN)
Adalah jaringan local yang dibuat pada area tertutup. Misalkan dalam satu gedung atau dalam satu ruangan kadang kala jaringan local disebut juga jaringan private.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network menggunakan methode yang sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN biasanya satu RW, beberapa kantor yang berada dalam kompleks yang sama, satu kota, bahkan satu provinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan perkembangan dari LAN.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network cakupannya lebih luas daripada MAN. Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu Negara, satu pulau, bahkan satu benua. Metode tang digunakan WAN hampir sama denghan LAN dan MAN.
4. Internet
Internet adalah interkoneksi jaringan-jarngan komputer yang ada didunia. Sehingga cakupannya sudah mencapai satu planet, bahkan tidak menutup kemungkinan mencakup antar planet.koneksi antar jaringan komputer dapat dilakukan berkat dukungan protocol yang khas yaitu internet protocol (IP).
Table dibawah ini dapat digunakan untuk sekedar memberikan gambaran berapa kira-kira luas area LAN, MAN, WAN, dan Internet.
jaringan komputer berdasarkan area
Jarak / cakupan (meter) Contoh Jenis
10 s/d 100 Ruangan LAN
100 s/d 1000 Gedung LAN
1000 s/d 10.000 Kampus LAN
10.000 s/d 100.000 Kota MAN
100.000 s/d 1.000.000 Negara WAN
1.000.000 s/d 10.000.000 Benua WAN
> 10.000.000 Planet Internet
Lalu bagaimana dengan jenis jaringan yang lainnya, seperti:
•Storage Area Network (SAN)
•Personal Area Network (PAN)
•Cluster Area Network (CAN)
•Dan berbagai jaringan yang lainnya ?
Istilah seperti SAN, PAN, CAN, DAN, secara garis besar, jenis-jenis jaringan tersebut masih dapat dikelompokan dalam LAN, MAN, WAN, dan internet, hanya saja layanan yang disediakan bermacam-macam sehingga dibuat istilah-istilah tertentu untuk membedakannya dengan yang lain.
B.Berdasarkan media pengantar
Berdasarkan media penghantar, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Wire Network
2. Wireless Network
1.Wire Network
Adalah jaringan komputer yang menggunakan kabel sebagai media penghantar. Jadi data mengalir pada kabel. Kabel yang digunakan pada jaringan komputer biasanya menggunakan bahan dasar tembaga. Ada juga kabel jenis lain yangmenggunakan bahan jenis Fiber optis atau serat optic. Biasanya bahan tembaga banyak digunakan pada LAN. Sedangkan untuk MAN atau WAN menggunakan gabungan kabel tembaga dan serat optic.
2.Wireless Network
Adalah jarigan tanpa kabel yang menggunakan media penghantar gelombang radio atau cahaya infrared. Saat ini sudah semakin banyak outlet atau lokasi tertentu yang menyediakan layanan wireless network. Sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan akses internet tanpa kabel. Frekuensi yang digunakan pada radio untuk jaringan komputer biasanya menggunakan frekuensi tinggi, yaitu 2.4 GHz dan 5.8 GHz. Sedangkan penggunaan infrared umumnya hanya terbatas untuk jenis jaringan yang hanya melibatkan dua buah komputer saja atau disebut dengan point to point. hal ini menyebabkan infrared tidak sepopuler gelombang radio.
C.Berdasarkan fungsi
Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1.Client Server
Adalah jaringan komputer yang salah satu (boleh lebih) komputer difungsikan sebagai server atau induk bagi komputer lain. Server melayani komputer lain yang disebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa akses web, e-mail, file, atau yang lain. Client server banyak dipakai pada internet. Namun LAN atau jaringan lainpun bisa mengimplementasikan client server. Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing.
2.Peer to Peer
Adalah jaringan komputer dimana setiap komputer bisa menjadi server sekaligus client. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan akses dari/ke komputer lain. Peer to peer banyak diimplementasikan pada LAN. Walaupun dapat juga diimplementasikan pada MAN, WAN, maupun internet, namun hal ini kurang lazim. Salah satu alasannya adalah masalah menajement dan security. Sulit sekali menjaga security pada jaringan peer to peer manakala pengguna komputer sudah sangat banyak.
TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER
Topologi adalah suatu aturan/rules bagaimana menghubungkan komputer (node) satu sama lain secara fisik dan pola hubungan antara komponen-komponen yang berkomunikasi melalui media/peralatan jaringan, seperti: server, workstation, hub/switch, dan pengkabelannya (media transmisi data). Ketika kita memutuskan untuk memilih suatu topologi maka kita perlu mengikuti beberapa spesifikasi tertentu.
Ada dua jenis topologi, yaitu:
1.Physical Topologi (topologi fisik)
Berkaitan dengan layout atau bentuk jaringan, seperti bagaimana memilih perangkat dan melakukan instalasi perangkat jaringan.
2.Logical Topologi (topologi logika)
Berkaitan dengan bagaimana data mengalir didalam topologi fisik. Jika topologi fisik bagaikan tubuh maka topologi logika dapat diibaratkan seperti darah yang mengalir dalam tubuh.
Topologi fisik komputer dapat juga digunakan untuk mempermudah dan memahami jaringan komputer. Ada 5 topologi utama yang menjadi dasar bagi topologi yang lain, yaitu:
• Bus
• Ring
• Star
• Tree
• Mesh
Setelah melakukan perbandingan, ternyata topologi Mesh dan Tree dapat dipandang sebagai gabungan dari topologi yang lain, agar dapat memahami perbedaan masing-masing topologi berikut penjelasan tentang topologi jaringan.
Topologi jaringan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Point to point
2. Multipoint
•Point-to-Point
topologi ini hanya melibatkan dua buah komputer saja. Misalkan dua buah komputer yang berkomunikasi via modem. Komunikasi dua buah komputer via kabel null modem atau laplink atau infrared merupakan contoh lain implementasi topologi ini. Karma media transmisi data hanya digunakan oleh dua buah komputer maka umumnya metode akses dan protocol yang digunakan relative sederhana.
•Multipoint
Topologi ini melibatkan lebih dari dua komputer, inilah yang lazim disebut dengan topologi jaringan sebagai mana yang banyak dikenal orang. Contoh topologi yang termasuk Multipoint adalah:
• Bus
• Ring
• Star
• Tree
Bagaimana dengan topologi mesh? Sebagian ahli menyebutkan bahwa topologi mesh sebenarnya teemasuk dalam kategori pont to point.
Topologi Bus
Topologi bus sering juga disebut daisy chain atau Ethernet bus topologies. Sebutan terakhir yang diberikan karna pada topologi bus digunakan perangkat jaringan atau network interface card (NIC) bernama Ethernet. Jaringan yang menggunakan topologi bus dapat dikenali dari penggunaan sebuah kabel backbone (kabel utama) yang menghubungkan semua peralatan jaringan (device). Karna kabel bacbone menjadi satu-satunya jalan bagi lalu lintas data maka apabila kabel backbone rusak atau terputus akan menyebabkan jaringan mati total.
Media penghantar untuk jenis topologi BUS adalah kabel Koaksial. Topologi BUS menggunakan metode unicast, multicast dan broadcast. Unicast adalah komunikasi antara satu pengirim dengan satu penerima di jaringan. Multicast adalah komunikasi antara satu pengirim dengan banyak penerima di jaringan. Sedangkan pada Broadcast, setiap titik akan menerima dan menyimpan frame yang disalurkan/dihantarkan.
Keuntungan
• Hemat kabel
• Layout kabel sederhana
• Mudah dikembangkan
Kerugian
• Deteksi dan isolasi kesalahan sangat
kecil
• Kepadatan lalu lintas
• Bila salah satu client rusak, maka
jaringan tidak bisa berfungsi
• Diperlukan repeater untuk jarak jauh
Topologi RING
Topologi ring sangat berbeda dengan topologi bus, sesuai dengan namanya, jaringan yang menggunakan topologi ini dapat dikenali dari kabel backbone yang memmbentuk cincin. Setiap komputer terhubung dengan kabeol backbone. Setelah sampai pada komputer terakhir maka ujung kabel akan kembali dihubungkan dengan komputer pertama.
Cara kerja topologi ring dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: Apabila sebuah node ingin mengirim data maka ode tersebut harus menunggu kehadiran token bebas. Token yang sampai di node pengirim kemudian “ditempel” data yang akan dikirim, Selanjunya data mengalir ke node penerima. Node lain tidak dapat mengirim data karena token sudah “tidak bebas”. Setelah sampai di node penerima data di copy kan dan data mengalir kembali hingga ke node pengirim kemudian data “dimusnahkan” dan token kembali “bebas”.
Hal yang menarik dari topologi ring adalah bagaimana data mengalir pada media transmisi data. Data mengalir satu arah, bisa searah jarum jam atau sebaliknya. Data mengalir dari satu node (komputer) ke node lainnnya hingga mencapai tujuan dan kembali ke node asal. Karena data mengalir satu arah artinya tidak akan pernah terjadi tabrakan data. Sehingga kecepatan transfer data relative stabil. Setiap komputer mendapat data secara adil. Mekanisme inilah yang sering disebut dengan token possing scheme.
Pada instalasi topologi ring relative lebih sulit dibandingkan dengan bus. Selain itu, menambah atau mengurangi node pun relative sukar. Setiap node memerlukan tepat dua node “tetangganya” agar komunikasi data dapat berjalan. Apabila kabel terputus atau ada node yang rusak maka jaringan akan lumpuh.
Metode token-ring (sering disebut ring saja) menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
keuntungan
• Hemat kabel
Kerugian
• Peka kesalahan
• Pengembangan jaringan lebih kaku
Topologi STAR
Topologi star dikenal dengan keberadaan sebuah sentral berupa hub yang menghubungkan semua node. Setiap node menggunakan sebuah kabel UTP atau STP yang dihubungkan dengan Ethernet card ke hub. Banyak sekali jaringan rumah, sekolah, pertokoan, laboratorium, dan kantor yang menggunakan topologi ini. Topologi star tampaknya yang paling popular diantara semua topologi yang ada.
Cara kerja topologi star mirip dengan topologi bus. Yang membedakan hanyalah keberadaan hub atau switch sebagai sentral. Karena setiap node terhubung dengan hub, manakala ada kabel atau segment yang putus, tidak akan menyebabkan jaringan lumpuh. Hanya segment itu saja yang putus.
Jaringan topologi star disebut juga sebagai 10base-T kecepatan data maksimal sekitar 10Mbps. Dengan munculnya versi Ethernet card yang mendukung kecepatan 100 Mbps (fast Ethernet atau 100BASE-TX) hingga 1000 Mbps (Gigabit Ethernet atau 1000BASE-T), ditambah pula dengan dukungan switchyang sesuai, maka topologi star telah menjadi pilihan terbaik bagi hampir semua kebutuhan pemakai jaringan.
Topologi ini merupakan kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan
• Paling fleksibel
• Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
• Kontrol terpusat
• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
• Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
• Boros kabel
• Perlu penanganan khusus
• Kontrol terpusat (HUB/Switch) jadi elemen kritis
Topologi Mesh
Topologi mesh dapat dikenal dengan hubungan point-to-point atau satu-satu kesetiap komputer. Setiap komputer terhubung ke komputer lain melalui kabel, bisa menggunakan kabel coaxial, twisted pair, bahkan serat optic. Topologi mesh sangat jarang diimplementasikan. Selain rumait juga sangat boros kabel. Apalagi jumlah komputer semakin banyak maka instalasi kabel jaringan akan semakinn rumit saja. Topologi mesh cocok digunakan pada jaringan yang sangat kritis. Pada awalnya jaringan mesh dikembangkan untuk keperluan militer, barangkali pusat control senjata nuklir menggunakan topologi ini. Apabila salah satu atau beberapa kabel putus masih tersedia rute alternative melalui kabel yang lain.
Topologi MESH dibangun dengan memasang banyak link pada setiap komputer. Hal ini dimungkinkan karena pada setiap komputer terdapat lebih dari satu NIC. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi. Topologi Mesh memiliki tingkat redundancy yang tinggi.
Tree Network (Jaringan Pohon)
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu.. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat
Server
Server adalah suatu unit komputer yang berfungsi untuk menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer. komputer server akan melayani seluruh client atau workstation yang terhubung ke jaringannya.
Komputer yang menjalankan sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai server. Server menyediakan file, printer dan pelayanan lain untuk client. Ada dua buah jenis server, yaitu:
1.Server dedicated
server yang tidak memiliki fungsi lain. Ia tidak bisa digunakan sebagai workstation. Untuk melihat jenis dari server tersebut dapat diketahui melalui sistem operasi jaringan yang dijalankannya, misalnya Novell Netware.
2. Server Non-Dedicated
server yang juga bisa berfungsi sebagai workstation. Contohnya: Microsoft Windows NT Server, Mocrosoft Windows NT Workstation, Microsoft Windows 95/98, Unix, Linux, Mac OS/2.
Dari fungsinya, server dapat digunakan untuk Menyimpan file-file yang digunakan bersama-sama pada hard disk-nya Mengatur komunikasi (seperti pesan e-mail) antar workstation Mengkoordinasikan pencetakan kepada printer yang dipakai bersama-sama Server juga dapat menyimpan CD-ROM yang dapat dipakai oleh para pemakai network Bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang digunakan untuk menyimpan hard disk server atau hard disk pada workstation Dengan perangkat lunak dan keras tambahan, server bisa mengarahkan e-mail dari dan ke internet. Server juga bisa mengirimkan fax ke luar jaringan ke mesin-mesin fax yang ada di luar. Kenyataannya server hampir dapat melakukan semua pekerjaan yang mencakup pengiriman data.
•DHCP Server
Mengingat alamat IP yang sudah digunakan oleh setiap komputer tentulah bukan suatu yang mudah dan santai. Apalagi terdapaaat lebih dari 100 komputer. Setiap instalasi komputer baru anda harus mencari IP yang belum terpakai atau IP akan bentrok.
Belum lagi komputer yang rusak dan diganti sehingga anda harus mengingat kembali alamat IP yang lama, maka muncullah ide untuk mengotomatisasi pengalamatan IP dengan DHCP.
Komputer yang telah dikonfigurasikan agar menggunakan DHCP. Sewaktu dihidupkan akan mencari apakah dinetwork terdapat DHCP server dan komputer tersebut akan berteriak “hei, saya mau menyewa IP, apakah ada yang menawarkannya?“, DHCP server yan mendengar adanya pihak yang mencari akan berkata ok.., saya ada nih untuk disewakan, nomornya adalah sebagai berikut: bla bla bla… apakah anda tertarik? komputer yang mendapat penawaran dari DHCP server ini akan memilih dari sekian penawaran IP secara acak jika dalam network terdapat beberapa DHCP server. Ketika pilihan sudah diputuskan, komputer akan mengatakan ke salah satu DHCP server “ok”. Saya akan meminjamnya dari anda DHCP server” DHCP server akan menjawab lagi untuk terakhir kalinya “OK “
Proses penyewaan alamat IP secara teknis:
1.Client mengirimkan broadcast DHCPDISCOVER untuk mencari DHCP server
2.DHCP server yang tersedia mengirimkan DHCPOFFER serta IP dan waktu penyewaan.
3.Client yang menerima penawaran IP dari DHCP server mengirimkan DHCPREQUEST.
4.Proses terakhir, DHCP server mengirimkan DHCPACK.
•DNS Server
Jika saya katakan, situs pencari yang bagus adalah 66.218.71.88 dan 216.239.33.99 atau saya katakan situs yang bagus adalah yahoo.com dan google.com, maka menurut anda manakah yang lebih mudah untuk diingat? Belu lagi perubahan IP yang terjadi karena pemindahan ISP atau karena serangan hacker maka anda harus menghafal banyak sekali angka-angka yang saya yakin tidak akan ada yang senang dengan keadaan seperti ini. untuk itulah DNS diperkenalkan, untuk mengubah alamat IP menjadi nama seperti www.jasakom.com atau www.google.com dan sebagainya. Tujuan dari DNS adalah untuk memudahkan manusia dalam mengingat, sedangkan bagi komputer format angka yang akan digunakan.
WorkStation
Komputer yang terhubung ke server dan dapat mengakses data dari server. Workstation menjalankan beragam sistem operasi dan merupakan bagian dari network yang ada. Pada kenyataannya workstation digunakan oleh pemakai secara langsung.
WorkStation
Network Interface Card (NIC)
NIC atau adapter network adalah sebuah komputer hardware yang mutlak dibutuhkan jika kita menginginkan merakit jaringan komputer menggunakan media penghubung kabel. NIC berfungsi menghubungkan server ke system.
pengkabelan network. Berdasarkan tipe slot pada motherboard dibedakan menjadi dua jenis:
1)tipe slot ISA (slot warna hitam/coklat, lebih panjang)
2)Tipe slot PCI (slot warna putih, lebih pendek)
switch
Sistem pengkabelan yang paling populer untuk Network Ethernet menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) atau kabel terpilih yang terbuka dengan konektor yang mirip dengan konektor telepon. Ini disebut dengan 10BaseT. Untuk setiap adapter network pada setiap server atau workstation, salah satu dari kabel-kabel ini berhubungan ke Hub/Switch atau pusat pengkabelan.
bridge, Router, Dan Gateway
Bridge berfungsi menghubungkan dua network dengan mentransfer data diantara network tersebut. Sebagai contoh, bridge bisa menghubungkan segmen kabel dari arsitektur Token Ring dengan arsitektur Ethernet, atau menghubungkan dua segmen Ethernet menjadi satu. Bridge mampu mengurangi lalu lintas dengan hanya mengirimkan data yang benar-benar diniatkan untuk komputer tujuan. Bridge pintar (intelligent bridge) bisa berbuat lebih baik lagi dengan menyaring atau hanya mengirimkan paket-paket tertentu ke tujuan.
Router bertugas malakukan routing untuk 2 network ID yang berbeda supaya kedua network ID yang berbeda tersebut bisa saling berkomunikasi.
TCP/IP= (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Disingkat dengan TCP/IP. Protokol yang terdiri dari sub-protokol, yang beroperasi pada lapisan yang berbeda. Merupakan standar protokol internet. Protokol ini memberikan nomor unik pada setiap komputer yang terkoneksi. Satu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. TCP/IP harus dapat bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan.
IP yang saat ini kita gunakan, belum pernah berubah sejak tahun 1970, sedangkan perkembangan penggunaan IP ini terutama untuk internet sydah mencapai ribuan kali lipat. TCP IP pada awalnya sekitar yahun 1960 sampai dengan tahun 1970 merupakan protokol yang digunakan oleh militer amerika, DoD atau Departement of Defence.
Perkembangan protokol ini bisa dilihat pada tabel berikut ini:
perkembangan Protokol
1970 ARPANET (Advance Research Agency Network) menggunakan NCP (Network Control Protokol) dalam komunikasi jaringannya.
1973 Telnet diperkenalkan melalui RFC 454
1974 TCP dispesifikasikan secara detail.
1981 Standarisasi IP melalui RFC 791
1983 ARPANET berpindah dari NCP ke TCP/IP dan dianggap sebagai kelahiran internet yang kita kenal sekarang.
1984 DNS diperkenalkan.
Kita tentunya sudah biasa melihat sebuah alamat IP seperti 10.10.1.2 atau 130.23.58.1 dan lain-lain. Format alamat IP adalah X.Y.W.Z
Masing-masing huruf (X,Y,W dan Z) terdiri atas 8 bit sehingga nilai yang mungkin dari masing-masing adalah 0-255. kita tidak akan menjumpai alamat IP dengan angka diluar 0-255 karena masing-masing huruf mewakili 1 oktet atau 8 bit. Jadi masing-masing akan diantara nilai binary 000000000-111111111 yang secara desimal 0-255. contoh dari alamat IP ini adalah 131.107.16.200 dimana jika ditulis dalam bentuk binary 10000011.01101011.00020000.11001000.
Class IP
Kelas IP ada lima yaitu class A,B,C,D dan E. dari kelima kelas ini yang dipakai hanyalah tiga yaitu A,B dan C sedangkan kelas D dan E tidak digunakan.
Tabel II.6 Class IP
Class Range Binary
A 1-126 01xxxxxx
B 128-191 10xxxxxx
C 192-223 110xxxxx
D 224-239 1110xxxx
E 240-254 11110xxx
Sebagai contoh apabila kita melihat sebuah alamat IP 130.23.58.1 maka artinya IP tersebut termasuk dalam kelas B karena angka pertama merupakan 130 yang termasuk dalam range kelas B, yaitu 128-191. sedangkan IP 111.12.33.73 termasuk class A karena angka 111 termasuk dalam range 1-126.
Network dan Host
Nomor IP yang kita lihat sebenarnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID. Network ID membedakan antar network sedangkan Host ID membedakan antar-host atau komputer.
Komputer dijaringan bisa saling berhubungan maka semua komputer tersebut haruslah mempunyai network ID yang sama tapi dengan host ID yang berbeda. Jika betwork berbeda antara 2 komputer maka secara otomatis dikatakan komputer tersebut mempunyai jaringan yang berbeda dan tidak bisa saling berkomunikasi.
Contoh:
X mempunyai alamat IP 130.23.58.1
Y mempunyai alamat IP 130.24.58.2, dan
Z mempunyai alamat IP 130.23.59.3
Komputer X,Y dan Z menggunakan class B, artinya network ID masing-masing komputer adalah: X=130.23, Y=130.24 dan Z=130.23. network ID yang sama hanyalah komputer X dan Z. jadi komputer Y tidak akan bisa berkomunikasi dengan komputer X dan Z, karena mempunyai network ID yang berbeda. Dalam sebuah network yang sama host ID haruslah berbeda, atau bisa dikatakan tidak diperbolehkan terdapat dua alamat yang sama.
Tabel Jumlah Host dan Jaringan
Class Range Network ID Host ID
A 1-126 W X.Y.Z
B 128-191 W.X Y.Z
C 192-223 W.X.y Z
D 224-239 Reserved for multicast addressing
E 240-254 Reserved for experimental use
Aturan lain pengguanaan IP adalah tidak diperbolehkannya penggunaan semua nilai 0 atau 1 dalam bentuk binary untuk network ID ataupun host ID. Contoh: IP 130.23.58.1 yang berarti network ID 130.23 dan host ID 58.1 dalam jaringan 130.23 tidak boleh adanya komputer dengan alamat IP 130.23.0.0 (host ID dalam binary 0 semua) dan 130.23.255.255 (host binary angka 1 semua). angka nol semua seperti yang ditunjukan dalam 130.23.0.0 digunakan untuk menunjukan network sehingga 130.23.0.0 bisa dikatakan penulisan untuk menunjukan network 130.23. angka satu (1) semua dalam binary digunakan untuk broadcast atau semua host dalam network jadi penulisan 130.23.255.255 artinya semua komputer yang termasuk dalam jaringan 130.23 yaitu komputer dengan alamat IP 130.23.0.1 sampai 130.23.255.254
Private IP
Private IP adalah alamat-alamat IP yang disediakan untuk digunakan oleh internal perusahaan. Private IP adalah IP khusus yang tidak akan bisa melakukan routing diinternet sehingga alamat IP tersebut tidak bentrok dengan alamat IP yang terdapat di intenet. Terdapat tiga kelas alamat IP private yang bisa digunakan.
Private Network ID Subnet Mask Range of IP addresses
10.0.0.0 255.0.0.0 10.0.0.1-10.255.255.254
172.16.0.0 255.240.0.0 172.16.0.1-172.31.255.254
192.168.0.0 255.255.0.0 192.168.0.1-192.168.255.254
Subnet Mask
Subnet Mask digunakan untuk membagi lagi suatu network menjadi subnetwork agar penggunaan IP menjadi lebih efisien. Dengan adanya subnet mask, hanya menggunakan satu network ID, bisa kita bagi lagi menjadi benyak network ID.